“O Allah, I ask You to show me what is best, through Your knowledge, and I ask You to empower me, through Your power, and I beg You to grant me Your tremendous favor, for You have power, while I am without power, and You have knowledge, while I am without knowledge, and You are the One who knows all things invisible.
O Allah, if You know that this undertaking is in the best interests of my religion, my life in this world, and my life in the Hereafter, and can yield successful results in both the short term and the long term, then make it possible for me and make it easy for me, and then bless me in it.
If not, then turn it away from me, and make it easy for me to do well, wherever I may happen to be, and make me content with Your verdict, O Most Merciful of the merciful.’”
Taken from Qibla.com
Aamiin
(via hijabster-deactivated20130505)
Aku akan menjadi orang kebanyakan yang menuliskan tentangmu, April. Aku harap hanya aku dan bukan tulisannya.
Aku ingat betapa hari ketigamu menyimpan banyak cerita yang tak tahu harus kuberi judul apa.
Aku ingat betapa hari ketigamu, membawa perubahan untuk sesuatu yang terlalu lama bertahan.
Aku ingat betapa hari ketigamu, mengakhiri ketigaku.
Menutup semuanya, sehingga aku sampai saat ini tak pernah sekalipun terpikir keempat, kelima, seharusnya ada.
Mengertilah, April. Jika sudah tiba saatnya, siapapun harus ada.
Dan aku tidak lagi bicara angka.
Pada hujan, aku selalu bahagia. Karenanya, ia terjebak sekian menit untuk akhirnya dia masih tetap disini, menunggu sampai reda. — Vollmond
Di matamu ada telaga berwarna biru benderang, menyesal aku tak pandai berenang —
(via anhardanaputra)
Maka, tenggelamlah disana.
dapet kiriman dari yang di Malang, terimakasih Pit ♥ @jasmineFY
That one, originally written by Haruki Murakami <3 Happy birthday, Widya. Many happy returns!
Aku mengerti.
(Source: jasminefitriyani.blogspot.com)
Meskipun selalu memainkan sebuah peran, panggung ini tidak selamanya sandiwara. Kadang kamu perlu turun, ketika kamu bukan menjadi ‘kamu’ di atas sana.
Kamu tahu bahayanya menantang arus? Ketika kamu menjadi arus itu sendiri.
Lagi-lagi maaf, untuk setiap ‘kenapa’ yang tak terjawab.